Selasa, 20 Februari 2018

Jahitan

Bismillah,
Alhamdulillah hari ini sudah hampir 5 bulan bisa belajar hal baru. Hal yang sudah sangat sangat sangat lama diidamkan. Hehe. Apakah itu?

Yup, belajar jahit. Antara percaya dan tidak akhirnya bisa 'nyemplung' juga di dunia ini. Mengenal mesin jahit sih sudah lama. Hanya bisa jahit lurus aja sebenarnya.

Cerita berawal dari keinginan bisa menjahit furing hasil rajutan sendiri. Nenek-nenek di komunitas rajut aja sudah pada bisa jahit sendiri furing masa saya ngga bisa. Hehe. Sempat tanya-tanya tempat kursus jahit di Semarang, tetapi kalau kursus bingung bagaimana dengan anak? Bolehkah mengajak anak? Pesimis duluan. Menyerah disini.

Kemudian tetangga bilang, tenaga penjahit itu memiliki peran penting. Apalagi kalau sedang membutuhkan seperti aku, sering permak baju. Hehe. Terus saat ini, fashion lagi naik daun. Seperti tidak ada matinya. Begitulah kira-kira tetangga memberi suntikan semangat buat saya yang saat itu sedang membutuhkan saran.

Alhamdulillah, mendapat kesempatan pulang ke rumah ibu. Tanpa pikir panjang lagi, saya mencari info tempat kursus jahit di Gemolong. Kebetulan yang punya tempat kursus adalah ibu nya temen sekolah adik saya. Besok hari nya langsung menuju tempat kursus dan Alhamdulillah yang punya orangnya welcome sekali. Bahkan mengijinkan saya mengajak anak saat sedang kursus. Semangat saya kembali membara. Hehe. Walau saat itu sedang hamil sekitar 4 bulanan.

Di tempat kursus, saat bergabung tidak hanya saya yang sedang hamil atau berkeluarga. Semakin menambah semangat. Tak lama kemudian, datang lagi dua orang yang sudah berkeluarga juga. Bahkan yang seorang lagi berprofesi sebagai guru yang 'yambi' kuliah tingkat akhir. Woww.. wuaarr biasaaahhh.. ngga mau kalah saya.

Bagaimana dengan anak?
Hehe. Alhamdulillah anak bisa diajak kerjasama alias mau ditinggal di rumah dan memilih bermain dengan teman-temannya. Bahkan setiap berpamitan, dengan senang hati mengantar sampai pintu depan. Sebagai gantinya, pasti minta dibelikan oleh-oleh, sebagian besar minta dibawain jagung rebus. Simpel kan? Muah muah..
Begitu pula saat mendapat PR dari tempat kursus. Dengan senang hati mengijinkan saya mengerjakan sampai selesai. Muah muah lagi buat mu, Nang..

Di 5 bulan ini, saya sudah menghasilkan karya untuk bawahan 4 macam, blus 1 macam, dress 4 macam, Hem lengan pendek 1 macam, sekarang ini sedang proses mengerjakan Hem lengan panjang berfuring. Dan untuk mengingat kembali Hem lengan pendek saya berniat membuat hem buat anak. Hanya saja sempat salah potong yang akhirnya beli bahan lagi. Hehe. Tak apalah, namanya juga belajar. Ini juga masih menunggu ACC dari Bu guru cara memotongnya, masih ragu-ragu kalau jalan sendiri.


Saya masih menggalau dengan mesin jahit. Mesin jahit yang sudah ada adalah jenis mesin kecil merk butterfly (jaman dulu kala) dan singer (masih baru tapi jarang dipakai dan berkarat). Sedangkan di tempat kursus memakai mesin besar. Hasil jahitan di mesin kecil masih belum memuaskan buat saya. Kata guru dan teman, sebaiknya harus sering dipakai, supaya jalannya bagus. Entahlah, saya masih kurang sreg. Rasanya masih kepingin beli baru yang portabel (harga juga masih lumayan). Sedangkan mesin besar sudah dapat info harga sekennya. Lumayanlah separo harga dari yang portabel.

Dan saat ini sedang memerlukan saran, Beli mesin lagi atau memakai yang sudah ada? Buat jaga-jaga kalau ada orderan. Hehe. Berharap bolehlah.